TUJUAN TASAWUF EBOOK

adminComment(0)

tujuan tasawuf ebook download. Quote. Postby Just» Sat Mar 2, am. Looking for tujuan tasawuf ebook download. Will be grateful for any help! Top. Tujuan tasawuf ebook download. Makrifat Sebagai tujuan tasawuf. Hakikat Tasawuf Banyak orang memperbincangkan mengenai kualitas ibadahnya kepada. Get Access Buku. TasawufPDF and Download Buku Tasawuf PDF for Free. Selangkah Demi Selangkah Menyadari Tujuan Sejati Hidup Ini.


Tujuan Tasawuf Ebook

Author:CARLITA LINHARDT
Language:English, Indonesian, German
Country:Panama
Genre:Business & Career
Pages:709
Published (Last):19.08.2016
ISBN:844-1-68834-140-7
ePub File Size:19.56 MB
PDF File Size:18.12 MB
Distribution:Free* [*Registration needed]
Downloads:21445
Uploaded by: MANDIE

Hakekat Tasawuf - Ebook written by Abdul Qadir Isa. Tujuannya pun satu, dan sama dengan tujuan syariat, yaitu kesalehan batin dan perilaku dengan. Definisi Baru 'Filsafat Indonesia' A dalah mustahil menemukan definisi kata .. M. Solichin dalam karyanya Kamus Tasawuf, Sukardi Kd. dalam bukunya Salat. Ilmu Tasawuf book. Read reviews from world's largest community for readers. Tasawuf merupakan salah satu aspek esoterik Islam dan intisarinya adalah kesa. .

Tasawuf dan gerakan tarekat. Document, Internet resource Document Type: H Amsal Bakhtiar Find more information about: H Amsal Bakhtiar. Reviews User-contributed reviews Add a review and share your thoughts with other readers. Be the first. Add a review and share your thoughts with other readers. Similar Items Related Subjects: Sufism; -- Indonesia. Linked Data More info about Linked Data.

Primary Entity http: Book , schema: CreativeWork , schema: Intangible ;.

InformationResource , genont: Home About Help Search. All rights reserved. Privacy Policy Terms and Conditions. Remember me on this computer.

Cancel Forgot your password? Sufism -- Indonesia. View all subjects.

Akan tetapi alasan ini lemah, karena kata zawj tidak mesti berarti isteri, dan tidak mesti memakai huruf ta marbutah zawjah sebagai simbol perempuan muannats untuk menunjukkan makna isteri, karena yang ditekankan pada ayat ini ialah pasangan pair , seperti binatang dan tumbuh- tumbuhan yang berpasang-pasangan Q.

Lagi pula kata ganti dlamir yang merujuk ke Adam semuanya menggunakan dhamir mudzakkar, di antaranya paling tegas ialah uskun anta wa zawjuk-a 'l-jannah Q. Kata uskun sudah cukup mengisyaratkan Adam sebagai mudzakkar tetapi diperkuat ta'kid dengan kata anta, kata ganti untuk orang pertama tunggal laki-laki. Dengan begitu, kata min dari kata al-nafs al-wahidah bukan menunjuk kepada penciptaan awal ibtida' al-takhliq tetapi hanya sebagai ibtida' al-ghayah.

Jadi asal-usul Hawa bukan dari Adam tetapi dari unsur "Gen Yang Tunggal" dari mana seluruh makhluk hidup berasal. Sedikit koreksi kepada Komentar Yusuf Ali dalam The Holy Quran-nya bahwa tidak benar al-Razi yang berpendapat bahwa dhamir "ha" bukan Adam tetapi dari nafs.

Hanya al- Razi mengungkapkan pendapat ulama lain al-Ishfahani , sebagaimana ciri tafsir al-Razi selalu mengungkapkan pendapat lain sebagai perbandingan.

Jika diteliti secara cermat penggunaan kata nafs yang terulang kali dalam berbagai bentuknya dalam al-Qur'an, tidak satupun dengan tegas menunjuk kepada Adam. Kata nafs kadang- kadang berarti "jiwa" Q.

Kata al-nafs al-wahidah sebagai "asal-usul kejadian" terulang lima kali tetapi itu semua tidak mesti berarti Adam, karena pada ayat lain, seperti Q.

Semuanya ini menunjukkan kepada substansi utama the first resource , yakni asal unsur kejadian Adam, bukan Adam-nya sendiri sebagai secondary resources. Di samping itu, seandainya yang dimaksud pada kata nafs ialah Adam, mengapa tidak digunakan kata wahidin dengan bentuk gender laki- laki mudzakkar , tetapi yang digunakan kata wahidah dalam bentuk perempuan mu'annats.

tujuan tasawuf ebook download

Walaupun kita tahu bahwa kata nafs22 masuk kategori mu'annats sebagaimana beberapa ism 'alam lainnya tetapi dalam al-Qur'an sering dijumpai shifat itu menyalahi bentuk mawshuf-nya kemudian merujuk ke hakekat yang di-shifat-i, jika yang di-shifat-i itu hendak ditekankan oleh Si Pembicara Mukhathab.

Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dan jenis binatang ternak pasang-pasangan pula , dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.

Bulan misalnya dianggap sebagai "Ibu Alam Semesta" The Mother, of Universe karena mempunyai cahaya yang membawa kesuburan dan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup.

Bangsa Arab sebelum datangnya Islam, masih banyak menganggap bulan sebagai dewi yang sangat berpengaruh, dan menurut Owen, dari sinilah sebabnya mengapa umat Islam sejak awal sampai sekarang menjadikan bulan sebagai simbol dan Bulan Sabit menjadi semacam lambang "Palang Merah" dunia Islam. Beralihnya masyarakat matriarki ke masyarakat patriarki dinilai mempunyai hubungan dengan,peralihan itu. Agama-agama Semit Yahudi, Kristen, dan Islam dianggap merombak sistem dan struktur masyarakat matriarki yang pernah dibangun oleh mitologi sebelumnya ke sistem patriarki.

Akan tetapi Susan Starr Scred tidak setuju membesar-besarkan agama sebagai faktor paling dominan dalam pembentukan suatu sistem masyarakat seperti masyarakat matrifocal atau patrifocal, matriarcal atau patriarcal, dan matrilineal atau patrilineal, karena faktor ekologi dan budaya juga sangat menentukan. Oxford University Press, , h, Kata al-nafs al-wahidah dalam ayat itu boleh jadi suatu genus dan salah satu speciesnya ialah Adam dan pasangannya pair atau zawj-nya Q.

Thaha atau Surah al-Nisa' di atas agaknya kurang relevan dijadikan dasar dalam menerangkan asal-usul kejadian manusia secara biologis, karena dilihat dari konteks munasabah , ayat itu berbicara tentang tanggung jawab para wali terhadap orang di bawah perwaliannya.

Akan tetapi asal-usul kejadian manusia masih perlu diteliti lebih lanjut, yang mana asal-usul dalam arti ciptaan awal production dan mana asal-usul dalam arti ciptaan lanjutan reproduction. Ada kesulitan dalam memahami kisah asal-usul kejadian manusia dalam al-Qur'an karena ada loncatan atau semacam missing link dalam kisah-kisah tersebut. Apa yang terjadi antara A dan X atau Z tidak dijelaskan.

sucisunshine

Al-Qur'an bercerita tentang asal-usul sumber manusia pertama dari "gen yang satu" nafs al-wahidah , Gen yang melahirkan species makhluk biologis seperti jenis manusia, jenis binatang, dan jenis tumbuh- tumbuhan.

Dalam komponen lain ayat-ayat berbicara tentang asal-usul manusia dalam konteks reproduksi, seperti pada Q. Ayat-ayat kejadian manusia dalam al-Qur'an tidak cukup kuat dijadikan alasan untuk menolak atau mendukung teori evolusi dan untuk hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Terdapat beberapa ayat mengisyaratkan adanya makhluk sejenis manusia selain dan sebelum Adam; seperti pertanyaan malaikat yang bernada protes terhadap keinginan Tuhan untuk menciptakan khalifah di bumi yang mengkhawatirkan terjadinya pengulangan sejarah pertumpahan darah Q.

Ayat-ayat itu dapat dihubungkan dengan kemungkinan adanya makhluk sejenis Adam pra Adam.

Sementara banyak ayat mengisyaratkan manusia sebagai ciptaan yang unik the unical creation, sebagaimana diuraikan terdahulu. Informasi dari sumber-sumber ajaran agama mengenai asal usul kejadian wanita belum bisa dijelaskan secara tuntas oleh ilmu pengetahuan. Kalangan feminis Yahudi dan Kristen cenderung mengartikan kisah-kisah itu sebagai simbolis yang perlu diberikan muatan makna lain. Pemahaman yang keliru mengenai asal-usul kejadian tersebut bisa melahirkan sikap ambivalensi di kalangan perempuan; di satu pihak ditantang untuk berprestasi dan mengembangkan karier agar tidak selalu menjadi beban laki-laki tetapi di lain pihak, ketika seorang perempuan mencapai karier puncak, keberadaannya sebagai perempuan shaleh dipertanyakan.

Seolah-olah keberhasilan dan prestasi perempuan tidak cukup hanya diukur oleh suatu standar profesional tetapi juga seberapa jauh hal itu direlakan kaum laki-laki. Kondisi yang demikian ini tidak mendukung terwujudnya khalifat-un fi 'l- ardl yang ideal, karena itu persoalan ini perlu diadakan klarifikasi.

Dalam sumber Yahudi, yakni dalam Midras dijelaskan bahwa secara substansial penciptaan perempuan dibedakan dengan laki-laki.

Persoalan ini menjadi sangat fundamental karena tersurat di dalam Kitab Suci yang harus diyakini oleh pemeluknya. Hal yang seperti ini sering dijumpai dalam masyarakat, misalnya beberapa mitos destruktif tetap lestari hingga sekarang karena dianggap sebagai bagian dari doktrin agama.

Problem teologis seperti ini menjadi hambatan terberat dialami kalangan feminis.

Menurut Jakob, filsafat suatu masyarakat di Indonesia tergantung pada cara masyarakat itu bertahan hidup survive ; cara masyarakat itu memanfaatkan alam sekitarnya demi kelangsungan hidup komunalnya.

Jika masyarakat itu dapat bertahan hidup dengan cara bersawah, maka filsafat yang diproduksi akan berhubungan dengan sawah konsep kesuburan, konsep hari baik, konsep musim baik, konsep hidup sesuai alam, dll. Metode Historis Metode ini adalah metode yang paling kuno untuk mengkaji fenomena kemanusiaan, termasuk fenomena filsafat. Filsafat Indonesia pertama-tama ditaruh dalam bingkai sejarah, lalu diurai dalam suatu kronologi, kemudian dalam kronologi itu dimasukkan nama-nama tokoh Filsafat Indonesia.

Titik-tolak Ferry ialah pandangan bahwa filsafat—dimanapun dan kapanpun ia diproduksi— merupakan produk sejarah, dan karena itu, maka konteks sejarah yang melingkari filsafat itu harus ditemukan jika filsafat hendak dipahami secara lebih baik.

Hakekat Tasawuf

Filsafat Marxisme, misalnya, akan lebih baik dipahami jika ditemukan konteks historis yang melingkari produksi Marxisme itu: Realitas politik apa di era Marx dan Engels hidup yang mendorong mereka membangun classless society? Jika semua pertanyaan itu dapat ditemukan jawabannya lewat kajian historis, maka filsafat Marxisme dapat dipahami secara lebih dalam.

Metode Komparasi dan Kontras Cara lain untuk mengkaji Filsafat Indonesia ialah dengan cara mencari perbedaan dan kesamaan di antara filsafat-filsafat sejagat yang ada, lalu perbedaannya ditunjukkan, sehingga nampak fitur distingtif dari Filsafat Indonesia.

Nasroen menggunakan metode perbandingan dan kontras untuk menunjukkan segi-segi berbeda dari Filsafat Indonesia yang membedakannya dari filsafat-filsafat sejagat lainnya dalam karyanya Falsafah Indonesia. Ia membandingkan tradisi Filsafat Barat, Filsafat Timur, dan Filsafat Indonesia, lalu berkesimpulan bahwa Filsafat Indonesia amat berbeda dari dua filsafat lainnya karena mengajarkan ajaran-ajaran asli tentang mupakat, pantun-pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, gotong-royong, dan kekeluargaan.

Metode Kritik Teks Metode ini mengkaji Filsafat Indonesia langsung dari teks-teks filsafat yang diwariskan seorang filosof tertentu. Artinya, semua karya seorang filosof Indonesia dikumpulkan, lalu ditelaah secara seksama, diperhatikan konsep-konsep utamanya. Setelah selesai ditelaah, dibangunlah beberapa kesimpulan tentang teks itu, dan dari kesimpulan itu dibangunlah pengertian tentang struktur filsafat yang dibangun teks itu.

Metode ini telah diterapkan P. Zoetmulder, Sunoto, R. Pramono, dan Jakob Sumardjo dalam karya-karya mereka. Untuk memahami konsep-konsep kenegaraan Jawa Kuno, Sunoto mengunjungi candi-candi di Jawa, mengamati relik-relik candi untuk merenungi pesan cerita yang dipahatkan di atasnya, menghirup udara di sekitar candi, bersemadi di dalam area candi untuk merasakan auranya, mencoba memasukkan citra fisik dan citra metafisik dari candi itu ke dalam badan dan jiwanya, dan saat itu semua berhasil diinternalisir, Sunoto menghentikan semadinya dan kemudian membangun konsep-konsep subjektif tentang konsep kenegaraan Jawa darinya.

Selain metode di atas, tentu saja masih banyak metode lainnya yang dapat dipakai dalam memahami gejala dan realitas Filsafat Indonesia. Filsafat Etnik 1. Metafisika dalam Budaya Jawa 2.

Metafisika dalam Budaya Sunda 3. Metafisika dalam Budaya Bugis 4. Metafisika dalam Budaya Bali 5. Metafisika dalam Budaya Batak 6. Metafisika dalam Budaya Riau 7.

Metafisika dalam Budaya Lombok 8. Metafisika dalam Budaya Kalimantan 9. Metafisika dalam Budaya Sulawesi Metafisika dalam Budaya Papua Etika dalam Budaya Sunda Etika dalam Budaya Batak Etika dalam Budaya Bugis Etika dalam Budaya Kalimantan Etika dalam Budaya Papua Teori Pengetahuan dalam Budaya Jawa Teori Pengetahuan dalam Budaya Bali Teori Pengetahuan dalam Budaya Lombok Teori Pengetahuan dalam Budaya Sunda Teori Pengetahuan dalam Budaya Papua Teori Pengetahuan dalam Budaya Riau Teori Pengetahuan dalam Budaya Kalimantan Teori Pengetahuan dalam Budaya Batak Konsep Kekuasaan dalam Budaya Jawa Konsep Kekuasaan dalam Budaya Bali Konsep Kekuasaan dalam Budaya Batak Konsep Kekuasaan dalam Budaya Bugis Konsep Kekuasaan dalam Budaya Kalimantan Konsep Kekuasaan dalam Budaya Papua Konsep Manusia dalam Budaya Jawa Konsep Manusia dalam Budaya Bali Konsep Manusia dalam Budaya Batak Konsep Manusia dalam Budaya Bugis Konsep Manusia dalam Budaya Riau Konsep Manusia dalam Budaya Papua Kosmologi dalam Budaya Jawa Kosmologi dalam Budaya Sunda Kosmologi dalam Budaya Bali Kosmologi dalam Budaya Bugis Kosmologi dalam Budaya Lombok Kosmologi dalam Budaya Sulawesi Kosmologi dalam Budaya Papua Konsep Tuhan dalam Budaya Jawa Konsep Tuhan dalam Budaya Bali Konsep Tuhan dalam Budaya Lombok Konsep Tuhan dalam Budaya Lampung Konsep Tuhan dalam Budaya Palembang Konsep Tuhan dalam Budaya Aceh Konsep Tuhan dalam Budaya Batak Konsep Tuhan dalam Budaya Riau Teleologi dalam Budaya Jawa Teleologi dalam Budaya Bali Teleologi dalam Budaya Batak Teleologi dalam Budaya Bugis Teleologi dalam Budaya Kalimantan Teleologi dalam Budaya Papua Fungsi Adat dalam Budaya Jawa Fungsi Adat dalam Budaya Bali Fungsi Adat dalam Budaya Batak Fungsi Adat dalam Budaya Jambi Fungsi Adat dalam Budaya Bugis Fungsi Adat dalam Budaya Papua Konsep Kematian dalam Budaya Jawa Konsep Kematian dalam Budaya Sunda Konsep Kematian dalam Budaya Batak Konsep Kematian dalam Budaya Bugis Konsep Kematian dalam Budaya Papua Konsep Kelahiran Manusia dalam Budaya Jawa Konsep Kelahiran Manusia dalam Budaya Sunda Konsep Kelahiran Manusia dalam Budaya Bali Konsep Kelahiran Manusia dalam Budaya Bugis Konsep Kelahiran Manusia dalam Budaya Papua Makna Perkawinan dalam Budaya Jawa Makna Perkawinan dalam Budaya Sunda Makna Perkawinan dalam Budaya Bali Makna Perkawinan dalam Budaya Lombok Makna Perkawinan dalam Budaya Papua Konsep Dunia Gaib dalam Budaya Jawa Konsep Dunia Gaib dalam Budaya Bali Konsep Dunia Gaib dalam Budaya Sunda Konsep Dunia Gaib dalam Budaya Batak Konsep Dunia Gaib dalam Budaya Bugis Konsep Waktu dalam Budaya Jawa Konsep Waktu dalam Budaya Sunda Konsep Waktu dalam Budaya Batak Konsep Waktu dalam Budaya Bugis Konsep Waktu dalam Budaya Papua Konsep Kawan dan Lawan dalam Budaya Jawa Konsep Kawan dan Lawan dalam Budaya Sunda Konsep Kawan dan Lawan dalam Budaya Bali Konsep Kawan dan Lawan dalam Budaya Bugis Konsep Kawan dan Lawan dalam Budaya Papua Teori Keberhasilan dalam Budaya Jawa Teori Keberhasilan dalam Budaya Sunda Teori Keberhasilan dalam Budaya Bali Teori Kegagalan dalam Budaya Jambi Teori Kegagalan dalam Budaya Lampung Metafisika dalam Kakawin Sutasoma 2.

You might also like: TRUDI CANAVAN NOWICJUSZKA EBOOK

Metafisika dalam Negarakertagama 3. Metafisika dalam Sang Hyang Kamahayanikam 4. Teori Pengetahuan dalam Kakawin Sutasoma 5. Teori Pengetahuan dalam Negarakertagama 6.

Teori Pengetahuan dalam Sang Hyang Kamahayanikam 7.

Arsip Blog

Konsep Tuhan dalam Kakawin Sutasoma 8. Konsep Tuhan dalam Negarakertagama 9. Konsep Kekuasaan dalam Kakawin Sutasoma Konsep Kekuasaan dalam Negarakertagama Konsep Waktu dalam Kakawin Sutasoma Konsep Waktu dalam Negarakertagama Konsep Manusia dalam Kakawin Sutasoma Konsep Manusia dalam Negarakertagama Kosmologi dalam Kakawin Sutasoma Kosmologi dalam Negarakertagama Etika dalam Kakawin Sutasoma Etika dalam Negarakertagama Teori Sorga dalam Kakawin Sutasoma Teori Sorga dalam Negarakertagama Teori Politik dalam Kakawin Sutasoma Teori Politik dalam Negarakertagama Teori Kebahagiaan dalam Kakawin Sutasoma Teori Kebahagiaan dalam Negarakertagama Teori Keberhasilan dalam Kakawin Sutasoma Teori Kegagalan dalam Negarakertagama Teleologi dalam Kakawin Sutasoma Teleologi dalam Negarakertagama Konsep Sejarah dalam Kakawin Sutasoma Spiritualitas dalam Kakawin Sutasoma Spiritualitas dalam Negarakertagama Teori Kehidupan dalam Kakawin Sutasoma Teori Kematian dalam Negarakertagama Ajaran Karma dalam Kakawin Sutasoma Merekalah cikal-bakal tokoh filsafat yang kemudian dinamakan filsafat paska-Soeharto.

Hakikat Tasawuf Banyak orang memperbincangkan mengenai kualitas ibadahnya kepada Allah. Alifian Farhan marked it as to-read Nov 27, Kedua cara pembuatan isme tadi akan kita terapkan pada struktur Filsafat Indonesia. Modern trends in traditional men's fashion Though common men's styles can never be replaced, it is interesting to observe that changes in men's fashion trends have produced certain classic garments back to fashion.

BERT from Fort Wayne
I enjoy sharing PDF docs slowly . Also read my other articles. I am highly influenced by chess boxing.
>